Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah - Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah - Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Tugas Bahasa Indonesia1 Part4


Tugas
Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan makna seperti sinonim, hoponimi, homonimi, polisemi, dan antonimi !

Jawaban

Sinonim adalah nama lain untuk benda atau hal yang sama.
Contohnya adalah kata “cerdik dan pandai”.
Contoh kalimat : “ Juara umum di sekolah itu sangat cerdik dan pandai.”
Hiponimi ialah semacam relasi antarkata yang berwujud atas bawah, atau dalam suatu makna terkandung sejumlah komponen yang lain, bisa dikatakan juga sebagai hubungan makna.
Contohnya adalah kata “rasa”. Kata rasa meliputi manis, pahit, asam, dan asin.
Contoh kalimatnya : “Buah salak milik Paman mempunyai dua rasa yang berbeda yaitu manis dan asem”.
Homonimi adalah kata-kata yang sama bunyi dan bentuknya tetapi mengandung makna dan pengertian yang berbeda. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya homonim adalah ( a ) kata-kata yang berhomonim itu berasal dari bahasa atau dialek yang berlainan, ( b ) kata-kata yang berhomonim itu terjadi sebagaimana hasil proses morfologis
Contohnya adalah kata “mental” dalam arti mental (kepribadian ) dengan kata mental (terpelanting).
Contoh kalimatnya : •Anak itu memiliki mental yang kuat.
        •Dodi mental ke aspal jalanan setelah terjatuh dari motornya.

polisemi adalah relasi makna suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu atau kata yang memiliki makna berbeda-beda tetapi masih dalam satu arti, dapat dikatakan pula Polisemi adalah satu kata yang memiliki banyak arti.
Contohnya adalah kata “kepala”.
Contoh kalimatnya : •”bagian tubuh dari leher ke atas”
                                     •” pemimpin atau ketua”

Antonimi  adalah nama lain untuk benda lain pula atau kebalikannya dapat dikatakan juga sebagai  perlawanan kata.
Contohnya adalah kata “jauh dan dekat”.
Contoh kalimatnya : “Walaupun ia jauh di pulau Batam tetapi terasa dekat dihati.”

Tugas Bahasa Indonesia1 Part3


Surat undangan rapat pada acara seminar
Depok, 12 April 2011
No             : 05/UG/IV/2011

Perihal      : Undangan Rapat

Lamp        : -


Dengan hormat,
         Dengan ini kami sampaikan undangan rapat pada acara seminar dengan tema “Uni kolaburasi antara Perguruan Tinggi dan Industri dalam meningkatkan daya saing lulusan”.
          Kami mengundang seluruh dosen Universitas Gunadarma guna mengikuti rapat pada acara seminar nasional dengan tema sebagaimana telah disebutkan diatas pada pokok surat undangan yang akan  dilaksanakan pada :

Hari / Tanggal       :  Kamis, 28 april 2011.
Tempat                   :  Auditorium Universitas Gunadarma gedung 4 lt.6, Depok.
Waktu                      : 09.00 WIB – selesai.

        Demi kelancaran dan suksesnya acara ini kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu selaku Dosen Universitas Gunadarma.
          Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian serta kehadirannya pada acara tersebut, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,

Ketua Panitia,

Tugas Bahasa Indonesia1 Part2


Pengertian Bahasa, Ragam bahasa dan Laras Bahasa,
Pengertian Bahasa
Bahasa terdiri dari kaidah aturan serta pola yang harus ditaati (tidak boleh dilanggar) agar tidak menyebabkan gangguan pada saat berkomunikasi. Kaidah, aturan dan pola-pola itu sendiri mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.

Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk mengidentifikasi diri.
3. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.

Ragam dan Laras Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Berikut ini jenis dan ragam bahasa selengkapnya.

Jenis Ragam Bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa jurnalistik
- Ragam bahasa ilmiah
- Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
- Ragam bahasa cakapan
- Ragam bahasa pidato
- Ragam bahasa kuliah
- Ragam bahasa panggung

2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
- Ragam bahasa teknis
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa catatan
- Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
- Ragam bahasa resmi
- Ragam bahasa akrab
- Ragam bahasa agak resmi
- Ragam bahasa santai
- dan sebagainya

Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di kantor, di sekolah, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Berbeda dengan saat kita berada di rumah, di taman, di pasar, kita tidak harus menggunakan bahasa baku.

Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan Media pengantarnya atau
sarananya, yang terdiri atas :

a. Ragam lisan.
b. Ragam tulis.
Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster. Sedangkan Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, larasfeature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.

Jumat, 05 Oktober 2012

Penggunaan bahasa yang baik dan benar


*  Jelaskan dengan contoh penggunaan bahasa yang baik dan benar ?

Penggunaan bahasa dengan baik menekankan aspek komunikatif bahasa. Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yakni peraturan bahasa. Berkaitan dengan peraturan bahasa, ada empat hal yang harus diperhatikan, yaitu masalah tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
Contoh :
a. Kualitas sastra Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Menggunakan kata baku “Kualitas”
b. Menggunakan konjungsi antar kalimat seperti konjungsi “sementara itu”.
Konjungsi antarkalimat adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan antar kalimat satu dengan kalimat berikutnya.
Panggung teater itu diisi pertunjukkan drama berjudul “Kampus Tercinta”. Sementara itu, panggung musik
menampilkan grup music Dewa 19.
c. Pola Kalimat Dasar
Keterangan :
1) Subyek (S) : Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), sesuatu hal, atau masalah yang menjadi pangkal pembicaraan.
2) Predikat (P) : Bagian kalimat yang memberitahu suatu tindakan atau keadaan bagaimana subyek (pelaku).
3) Obyek (O) : Bagian kalimat yang melengkapi predikat. Letak obyek (O) selalu dibelakang predikat (P).
4) Pelengkap (Pel) : Bagian kalimat yang melengkapi predikat (P) atau obyek (O).
5) Keterangan (Ket) : Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lain. Unsur keterangan (Ket) dapat berfungsi menerangkan S, P, O, dan Pel.
Contoh :
Saya makan nasi goreng dengan ayam bakar
S - P - O - Pel - Ket

Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi

* Berikan contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi ?

Sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksudnya adalah komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.

Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu, yaitu :
- Kita ingin dipahami oleh orang lain.
- Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain.
- Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita.
- kita ingin orang lain menanggapi hasil pemikiran kita.
Jadi, dalam hal ini orang yang kita ajak komunikasi itu menjadi perhatian utama kita. Serta kita menggunakan bahasa tersebut dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan kita sendiri.

Pada saat kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, antara lain kita juga mempertimbangkan apakah bahasa yang kita gunakan baik atau tidak. Selain itu juga bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan dan tulisan.Berkomunikasi melalui lisan, yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa:
Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
- bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam)
- adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
- suara adzan untuk tanda segera melakukan sholat
- telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
- simbol rambu-rambu lalu lintas yang berada di jalan
- gambar peta yang menunjukkan jalan
- melambaikan tangan berarti untuk menyampaikan salam